[ Unduh Video Ilustrasi di halaman terakhir artikel ini ]

loading...

Sebagai seorang istri pegawai BUMN yang mapan, aku diusia yang 42 tahun ini mempunyai kesempatan untuk merawat tubuh. Teman-temanku sering memuji kecantikan dan kesintalan tubuhku. Namun yang sering membuatku risih adalah tatapan para lelaki yang seolah menelanjangi diriku. Bahkan temen-teman kuliah anakku sering berlama-lama bermain di rumahku. Aku tahu seringkali mata mereka mencuri pandang ke dadaku yg membusung

Padahal tiap keluar rumah aku selalu menggunakan busana muslimah tertutup hingga ke mata kaku. namun aku memang tidak mengenakan pakaian muslimah longgar. sengaja aku memilih yg agak mencetak di bagian dada dan pinggul. alasannya? karena suami tercinta sangat menyukai penampilanku yg demikian. Jilboob… istilah anak muda jaman sekarang

Baca juga: Pesta Seks sebelum Ramadhan (klik pada gambar)

Rumahku terletak di pinggiran kota Purwokerto, kawasan yang kami huni belum terlalu padat. Halaman rumahku memang luas terutama bagian depan sedang untuk bagian samping ada halaman namun banyak ditumbuhi pepohanan rindang. Kami membuat teras juga disamping rumah kami. Sedang kamar tidurku dan suamiku mempunyai jendela yang berhadapan langsung dengan halaman samping rumah kami.

Belum sempat memejamkan mata aku terdengar suara berisik dari halaman samping rumahku. Aku bangkit dan melihat keluar. Kulihat dua anak SMP yang sekolah didekat rumahku. Mereka kelihatan sedang berusaha untuk memetik mangga yang memang berbuah lebat. Tentu saja kau sebagai pemilik rumah tidak senang perilaku anak-anak tersebut. Bergegas aku keluar rumah.

Seraya berkacak pinggang aku berkata pada mereka, “Dik, jangan dipetik dulu nanti kalau sudah masak pasti Ibu kasih”.

Tentu saja mereka berdua ketakutan. Kulihat mereka menundukkan wajahnya. Aku yang tadi hendak marah akhirnya merasa iba.

“Nggak apa-apa Dik, Ibu hanya minta jangan dipetik kan masih belum masak nanti kalau sakit perut bagaimana” aku mencoba menghibur.

Sedikit mereka berani mengangkat wajah. Dari dandanan dan penampilan mereka kelihatan bahwa mereka anak orang mampu. Melihat wajah mereka mereka yang iba akhirnya aku mengajak mereka ke dalam rumah. Aku tanya kenapa pada jam-jam belajar mereka kok ada diluar sekolah ternyata pelajaran sudah habis guru-guru ada rapat. Setelah tahu begitu aku minta mereka tinggal sebentar karena mungkin mereka belum dijemput. Iseng-iseng aku juga ada teman untuk ngobrol.

Benar dugaanku mereka adalah anak-anak orang kaya, keduanya walaupun masih kecil namun aku dapat melihat garis-garis ketampanan mereka yang baru muncul ditambah dengan kulit mereka yang putih bersih. Yang satu bernama Doni yang satunya lagi bernama Edo.

Ketika ngobrol aku tahu mata-mata mereka sering mencuri pandang ke bagian dadaku, aku baru sadar bahwa kancing dasterku belum sempat aku kancingkan., sehingga buah dadaku bagian atas terlihat jelas. Aku berpikir laki-laki itu sama saja dari yang muda sampai yang tua. Semula aku tidak suka dengan perilaku mereka namun akhirnya ada perasaan lain sehingga aku biarkan mata mereka menikmati keindahan payudaraku. Aku menjadi menikmati tingkah laku mereka kepada diriku.

Bahkan aku mempunyai pikiran yang lebih gila lagi untuk menggoda mereka, aku sengaja membuka beberapa kancing dasterku dengan alasan hari itu sangat panas. Tentu saja hal ini membuat mereka semakin salah tingkah. Sekarang mereka bisa melihat dengan leluasa.

“Hayoo.. pada ngliatin apa!”, Aku pura-pura mengagetkan mereka.

Tentu saja ini sangat membuat mereka menjadi sangat salah tingkah.

“Ti.. dak.. kok.. Bu Nita” Doni membela diri.

“I.. itu acara TV bagus Bu Nita” Edo menambahkan.

“Nggak apa-apa Ibu tahu kalian melihat tetek Ibu to.. ngaku aja” aku mencoba mendesak mereka.

“E.. Anu Bu Nita” Edo nampak akan mengatakan sesuatu, namun belum lagi selesai kalimat yang diucapkannnya aku kembali menimpali, “Mama kalian kan juga punya to, dulu kalian kan netek dari Mama kalian”

“I.. ya Bu Nita” Doni menjawab.

“Tapi sekarang kami kan sudah nggak netek lagi, lagian punya Mama lain ama punya Bu Nita” Edo nampaknya sudah mampu menguasai keadaannya.

“Lain bagaimana?” Aku menanyakan.

“Punya Mama nggak sebesar punya Bu Nita” Doni menyahut.

Kata-kata tersebut membuat aku berpikiran lebih gila lagi. Gairahku yang semakin meninggi sudah mengalahkan norma-norma yang ada, aku sudah kehilangan kendali bahwa yang ada di depanku adalah anak-anak polos yang masih bersih pikirannya. Aku menarik kursi kehadapan mereka.

“Doni, Edo kalian mungkin sekarang sudah nggak netek lagi karena kalian sudah besar kalian boleh kok..” aku berkata.

Tentu saja kata-kataku ini membuat mereka penasaran.

“Boleh ngapain Bu Nita” sergah Doni.

loading...
 Klik “→” untuk melanjutkan cerita

Summary
Kisah Wanita Berhijab yg Mendapatkan Kenikmatan dari Daun Muda...
Article Name
Kisah Wanita Berhijab yg Mendapatkan Kenikmatan dari Daun Muda...
Description
senang dengan kisah wanita berhijab yg bercinta dengan lelaki-lelaki daun muda? kisahnya bisa baca disini gan!
Author
Publisher Name
Cerita Hijaber
Publisher Logo