[ Unduh Video Ilustrasi di halaman terakhir artikel ini ]

loading...

“Pagi, Mbak Kamalia,” Bastian menyapa balik sambil cengar-cengir. Kamalia balas tersenyum hangat, melambaikan tangan.

“Eh Mbak, belum dibayar,” seru sopir taksi.

Kamalia berbalik badan. “Pak, bisa ikut saya dulu ke dalam? Saya mau ambil uangnya dulu di dalam rumah.”

Semua itu tak lepas dari perhatian Bastian, yang mencoba menebak tetangganya itu baru dari mana. Kamalia mengenakan tube top putih dan kardigan jeans pendek, celana capri tiga perempat, sepatu hak tinggi, dan membawa tas tangan putih. Rambutnya yang dicat kemerahan dan bergelombang digerai. Rias wajahnya sederhana, hanya bedak tipis dan lipstik merah muda. Dan yang paling menonjol, dadanya yang membusung di balik bajunya. Dia masuk ke rumahnya diikuti si sopir taksi, lalu menutup pintu.

Ketika keduanya hilang dari pandangan, Bastian kembali meneruskan mencuci mobil, tapi taksi itu masih ada di depan rumah tetangganya. Lima menit kemudian pintu rumah Kamalia terbuka, dan si sopir berjalan keluar. Terhuyung. Nyengir.

“Sudah cukup ya, Pak,” di belakangnya, Kamalia berseru.

Ketika Bastian menengok, dilihatnya Kamalia sudah melepas cardigan sehingga bahunya yang berkulit mulus terlihat. Dan bibirnya tak lagi tersaput warna merah muda. Kamalia memandangi si sopir yang masuk kembali ke taksinya dan menjalankan taksi itu.

ilustrasi istri tetangga yg cantik, seksi dan toketnya gede

“Baru pulang, Mbak?” Bastian kembali berbasa-basi sesudah si sopir pergi.

“Iya nih,” jawab Kamalia. “Aku masuk dulu ya, Mas….” Kamalia pun berbalik lagi dan masuk rumahnya.

Bastian merasa telinganya dijewer. “Ehh?”

“Hayo! Lagi ngelihatin tetangga sebelah ya!?” Yang menjewer Bastian adalah istrinya, Leily. Pagi itu Leily sudah siap berangkat kerja. Bastian tidak bisa tidak membandingkan kedua perempuan yang dia lihat pagi itu. Sementara pakaian Kamalia tadi ketat memeluk lekuk tubuh, Leily tampak formal dengan blazer dan celana panjang longgar hitam.

“Kamu tau nggak, dia itu tadi malam berangkat ke luar,” kata Leily sambil melempar pandangan ke arah rumah sebelah, “Waktu aku pulang kantor kemarin, dia baru pergi, naik taksi. Rupanya baru pulang pagi dia. Dandannya kemarin malam lebih heboh daripada sekarang. Heran, ngapain ya dia semalaman? Dugem? Ck…” Leily mencibir.

“Nggak tahu ya…” Bastian tak menjawab serius, khayalannya membayangkan apa yang kira-kira terjadi dalam lima menit di rumah tetangganya. Sesuatu yang membuat si sopir taksi nyengir puas dan lipstik Kamalia terhapus…

“Udah belum nyuci mobilnya? Aku mau berangkat nih, Mas,” pertanyaan Leily menghentikan khayalan Bastian.

“Eh, iya, ya. Sebentar lagi,” kata Bastian. “Aku hari ini nggak ke mana-mana, mau ngerjain proyek yang minggu lalu.”

Leily wanita karier, sementara Bastian yang tadinya manajer menengah di satu perusahaan berhenti kerja ketika perusahaannya gulung tikar, kemudian menjadi pebisnis travel yang bekerja di rumah, memanfaatkan jejaring klien perusahaan lamanya. Dengan demikian mereka berdua masih bisa melanjutkan cicilan rumah mereka di perumahan Citra Kencana, juga hidup nyaman tanpa khawatir soal keuangan. Mereka belum dikaruniai anak sesudah lima tahunan menikah. Bastian berumur 30 tahun dan Leily lima tahun lebih muda.

Sekitar setahun sebelumnya, tanah kosong di sebelah rumah mereka dibangun, dan setelah jadi, rumah di sana diisi penghuni baru yang tinggal sendirian, perempuan muda bernama Kamalia. Kamalia langsung jadi bahan gosip di antara para tetangga karena tinggal sendirian, dan terbiasa berpenampilan cantik. Dia tidak banyak bergaul dengan tetangga, tapi karena sering di rumah, cukup banyak tetangga yang mengamatinya. Dan yang paling sering melihatnya adalah Bastian, yang garasi rumahnya bersandingan dengan carport rumah Kamalia. Kebetulan konsep perumahan Citra Kencana adalah cluster tertutup tanpa pagar antar rumah.

***

Menjelang malam terjadi ribut-ribut di depan rumah Bastian. Bunyi klakson mobilnya berkali-kali terdengar. Bastian keluar dan melihat mobil mewah warna hitam melintang di depan rumah Kamalia, ujungnya menghalangi jalan masuk garasi, padahal Leily yang mengendarai mobil mau masuk.

“Mas! Kasih tau tetangga sebelah mobilnya ngehalangin!” teriak Leily. Mukanya kelihatan kesal.

Bastian mendekati mobil mewah itu. Mesinnya mati, kacanya tertutup dan tak ada pengemudi di dalamnya. Bastian lalu menuju ke pintu rumah Kamalia. Tertutup. Dia mengetok pintu.

“Mbak Kamalia? Mbak? Bisa geser mobilnya?”

Tetangganya itu keluar tak lama kemudian, dengan penampilan yang membuat Bastian terpana. Senyum manis tersungging di bibir merah menyala, wajah dan rambutnya dirias seakan-akan dia seorang model. Gaun merah yang cantik, dan sepatu hak tinggi. Bentuk tubuhnya menantang untuk dijamah.

Di belakangnya muncul seorang laki-laki pendek berwajah jelek yang cengengesan, dan langsung berlari melewati mereka menuju mobil. Sambil lewat dia minta maaf kepada Bastian, “Maaf Pak, saya parkirnya kelewat maju. Sebentar lagi Mbak Kamalia pergi kok. Tenang aja.”

loading...
 Klik “→” untuk melanjutkan cerita

Summary
Cerita Dewasa: Ketika Istri Tetangga Berselingkuh
Article Name
Cerita Dewasa: Ketika Istri Tetangga Berselingkuh
Description
rumput tetangga memang sering terlihat lebih hijau. baca cerita khusus dewasa ini tentang seorang pria yg berselingkuh dengan istri tetangganya yg cantik, seksi & membuat penasaran!
Author
Publisher Name
Cerita Hijaber
Publisher Logo