[ Unduh Video Ilustrasi di halaman terakhir artikel ini ]

loading...

”Ohh…!!” Betapa kagetnya dia saat dari balik almari buku yang membatasi ruang tamu dengan ruang keluarga, matanya melihat Aya yang tidur telentang di sofa. Bukan karena ada yang aneh -Aya sudah sering tidur di sofa itu- namun yang membuat langkah ustadz Ferry terhenti adalah posisi tidur Aya yang begitu menggiurkan.

Istri Azzam itu menyandarkan kakinya tinggi-tinggi ke sandaran sofa, membuat rok satinnya tersingkap hingga ke perut, menampakkan betis dan pahanya yang putih mulus. Bahkan kalau diperhatikan lebih jeli, juga bokong Aya yang bulat montok, yang masih terbalut celana dalam warna putih. Dengan jantung berdebar kencang, mata Ustad Ferry menelusuri, mulai dari betis, lalu naik ke paha, dan akhirnya berhenti di pantat Aya yang membulat indah. Meskipun dia sudah sering melihat Aya telanjang, namun tak urung pemandangan ini membuat gejolak birahinya mengalir deras.

“Ck-ck-ck… Aya, Aya, kenapa tubuhmu begitu menggoda?” batin ustad Ferry *dalam hati sambil menggeleng-gelengkan kepala. Cukup lama dia memandangi paha mulus Aya sambil tiada henti berdecak kagum.

”Eh, papa ngapain?” Haifa yang baru masuk rumah menegur, mengagetkannya.

”Eh, mm… ini… mm…” ustad Ferry menjawab gugup.

”Hayo! Ngintip Aya lagi yah… ih, papa nakal!!” bisik Haifa pelan sambil mencubit perut sang suami.

Ustad Ferry terkikik geli. ”Mmm… habisnya, siapa yang nggak tergoda lihat Aya kayak gitu.” dia menunjuk Aya yang tidur telentang di sofa dengan rok tersingkap pada sang istri.

”Eitt… ih, papa genit!” Haifa berkelit saat ustad Ferry memeluk tubuhnya dari belakang. ”Bentar, aku betulin rok Aya dulu.” kata Haifa sambil berusaha melepas pelukan sang suami.

Haifa, istri Ustadz Ferry

”Mmm… Nggak boleh. Aku pengen tubuh mama sekarang.” bisik ustad Ferry, tetap merangkul erat tubuh sintal sang istri. Sementara matanya masih lekat memandang kemontokan bokong Aya yang masih terlelap di depan sana.

”Tiap habis ngintip Aya, pasti jadi kayak gini.” keluh Haifa, agak jengkel tapi juga suka. Memang, cukup sering ustad Ferry mengintip Aya -baik dalam keadaan telanjang maupun baju tersingkap seperti sekarang- dan ujung-ujungnya, laki-laki itu akan langsung menarik Haifa untuk diajak bercinta dengan sangat menggebu-gebu. Haifa tentu saja sangat suka dengan momen-momen seperti ini karena dia akan sangat terpuaskan.

”Adikmu itu bener-bener sexy ya, Ma?” sambil meremas pelan payudara sang istri, mata Ustad Ferry tidak lepas dari bokong montok Aya.

”Iya, siapa dulu dong kakaknya!” bisik Haifa manja.

”Uh, bener-bener gadis yang sempurna.” Mata sang Ustad semakin jalang.

”Ih, ada yang bergerak di bokong mama nih,” bisik Haifa pelan sambil menggesekkan pantatnya yang lebar pada penis ustad Ferry yang sudah menegang dahsyat.

”Uuh…” desah sang Ustad. Ia makin menekan penisnya ke bokong bulat sang istri. Sambil terus menikmati pemandangan bokong indah Aya, ia mulai menciumi pipi dan telinga Haifa. ”Ma, papa pengen nih.” bisiknya mesra.

”Aahh… jangan di sini, Pa. Nanti Aya bangun.” desah Haifa, tubuh montoknya menggeliat pelan.

”Nggak apa-apa, Ma. Biar aja dia bangun, kita ajak main sekalian, seperti biasa.” bisik ustad Ferry sambil semakin liar menciumi pipi dan telinga istrinya, sementara matanya masih memandang nanar pada bokong bulat Aya.

”Aaahhh… terserah papa aja!” Haifa menggeliat pasrah kegelian karena tangan sang Ustad mulai kembali meremas-remas payudaranya.

Dengan liar, tangan ustad Ferry menyelusup ke balik kemeja sang istri. Ia preteli kancing baju Haifa satu per satu dan mengangkat BH wanita cantik itu ke atas -mengeluarkan payudara Haifa yang bulat besar- lalu meremas-remasnya dengan penuh nafsu, dengan mata tetap lekat memandang paha dan bokong indah Aya. Dia juga terus menggesekkan penisnya yang semakin menegang ke pantat bulat Haifa yang masih terbalut rok panjang berenda.

”Papah!” desah Haifa pelan sambil menggerakkan pinggulnya, menyambut gesekan penis sang suami.

”Aarrgghh…“ ustad Ferry mengerang sambil menggigit lembut tengkuk sang istri, membuat bulu kuduk Haifa berdiri. Tangannya yang satu mulai menyusup ke dalam rok panjang wanita cantik itu.

”Eeuhh… Paaa!” Haifa menggeliat mendongakkan kepala ketika tangan nakal ustad Ferry mulai meremas vaginanya yang masih terbungkus celana dalam. Dengan cepat ia memasukkan tangan ke dalam rok lalu menarik dan melepaskan celana dalamnya, membuat tangan ustad Ferry semakin bebas bergerak.

”Mama bener-bener pinter.” bisik sang Ustad. Tangannya mulai mengelus dan meremas vagina Haifa yang sudah basah licin.

”Aaahh… Papaaa!” Haifa menggeliat sambil melebarkan pahanya, memberi ruang agar tangan sang suami bisa meremas seluruh vaginanya. Tangannya menjulur ke atas, meraih kepala ustad Ferry yang asyik menjilati tengkuknya, membuat dadanya yang* bulat indah kian membusung ke depan.

loading...
 Klik “→” untuk melanjutkan cerita

Summary
Balada Para Pencari Tuhan (Dilengkapi Ilustrasi Menarik)
Article Name
Balada Para Pencari Tuhan (Dilengkapi Ilustrasi Menarik)
Description
cerita dewasa pesta seks melibatkan ustadz, marbot dan istri-istri mereka. seru dan saru, hanya untuk 18 tahun keatas!
Author
Publisher Name
Cerita Hijaber
Publisher Logo