Jam di dinding sudah menunjukkan pukul enam kurang seperempat, di luar sana langit sudah hampir gelap dan hujan masih turun cukup lebat. Diana (27 tahun) sedang mengoreksi hasil penelitian mahasiswa-mahasiswanya sendirian di laboratorium teknik industri. Wajahnya tersenyum manis saat membaca sebuah SMS yang masuk ke ponselnya yang bertuliskan, “Baru sampai di Bangkok nih say, jaga diri di rumah yah, I luv u”.

loading...

Kecantikannya dengan rambut ikal kecoklatan sebahu dan tubuh ideal berpayudara 32B serta kulitnya yang putih mulus menarik perhatian para mahasiswa, mereka mengagumi kecantikan dan kepintarannya, mereka bilang wajah orientalnya itu amat menawan, beberapa bahkan sering menjadikannya objek fantasi seks mereka dan membayangkan lekuk-lekuk tubuhnya saat memberi kuliah, terutama kalau sedang memakai baju yang ketat sehingga menonjolkan bentuk tubuhnya yang indah

Ketika sedang larut dalam koreksiannya tiba-tiba terdengar pintu lab diketuk, sehingga dia terpaksa meninggalkan sejenak pekerjaannya untuk membukakan pintu. Ternyata yang datang Imron, si karyawan kampus buruk rupa itu.

“Malam Bu, masih belum pulang yah, boleh saya mau nyapu dulu ?” sapanya.

“Ooo…silakan Pak, saya juga sebentar lagi selesai, cuma lagi ngoreksi aja kok” katanya sambil mempersilakan pria itu masuk.

Diana kembali ke mejanya dan Imron mulai menyapu, sambil bekerja matanya sesekali memandangi wanita itu, diperhatikannya wajah ayu itu yang sedang memakai kacamata yang menambah keanggunannya, rambutnya saat itu sedang diikat ke belakang sehingga memperlihatkan lehernya yang jenjang. Tatapan mata Imron seolah menembus tubuh Diana yang terbungkus kemeja kuning dan rok hitam selutut. Tak lama kemudian terdengar pintu diketuk lagi. Saat Diana mau bangkit berdiri, Imron yang menyapu dekat situ sudah terlebih dulu membukakan pintu itu.

“Sore Bu !” Jesslyn (Part. 2) memberi salam.

“Sore, ada apa ?”

“Nngg…saya mau konsultasi sebentar, boleh ga ?”

“Tentang masalah apa ?”

“Sebenarnya sih bukan masalah kuliah, mmm…coba Ibu nyalain bluetooth Ibu bentar, soalnya saya punya sesuatu yang penting buat Ibu” kata Jesslyn sambil menarik sebuah kursi dan duduk di depan Diana.

“Kalau bukan masalah kuliah apa ga sebaiknya dibicarakan nanti saja, saya mau pulang sekarang”

“Tapi Bu, ini penting loh jadi ga bisa dilewatin gitu aja, ayolah Bu sebentar aja !” Jesslyn terus memohon.

Dengan agak kesal, Diana menyalakan juga bluetooth pada ponselnya karena dia juga penasaran dengan apa yang dibilang penting oleh mahasiswinya itu.

“Kenapa ga kamu kasih liat langsung aja sih, biar cepet !” kata Diana.

“Eehh…tenang dong Bu, kan biar Ibu bisa liat di HP punya sendiri juga !” jawab Jesslyn sambil menunggu file itu ditransfer.

‘Bip’ terdengar suara dari ponsel Diana setelah file selesai ditransfer. Buru-buru dia membuka file itu ingin tahu apa isinya. Betapa kagetnya dia ketika melihat video klip yang menampilkan gambar dirinya sedang mandi, wajahnya juga jelas tersyuting. Dia ingat betul adegan itu pasti disyuting dua hari lalu ketika mandi di kamar mandi setelah selesai berenang di kolam renang tidak jauh dari sini yang masih milik kampus. Waktu itu selain dia di kamar mandi terbuka itu juga ada beberapa gadis lain yang juga mahasiswi kampus Binus termasuk Jesslyn.

Teringat lagi, saat itu Jesslyn sedang bersandar di dekat pintu kamar mandi sambil berbicara dengan ponselnya, barulah dia sadar ternyata Jesslyn saat itu hanya pura-pura bicara sambil mengarahkan lensa cameraphonenya yang bisa digerakkan ke arahnya dan mengabadikannya dalam bentuk video clip. Wajah Diana memerah karena marah dan malu, namun dia tetap berusaha menahan emosinya agar tidak sampai menggebrak meja atau bahkan menampar Jesslyn karena di situ masih ada Imron.

“Apa maksudnya ini !” katanya dengan geram.

“Ga ada maksud apa-apa kok, yah supaya cowok-cowok yang ngefans sama Ibu juga bisa lebih ngenal Ibu luar dalam hihihi !” jawab Jesslyn asalan sambil senyum-senyum.

“Ayo ikut saya, kita bicara di luar aja !” Diana bangkit berdiri lalu menarik lengan Jesslyn hendak menyeretnya keluar.

“Lepasin !” Jesslyn menyentak lengannya “Kalau mau bicara kenapa harus jauh-jauh Bu, disini aja napa? Malu kalau Pak Imron tau yah ?!” katanya dengan nada menantang.

“Jesslyn..!!” bentak Diana marah melihat tingkah mahasiswinya yang makin kurang ajar ini, apalagi membuka masalah ini di depan penjaga kampus.

“Oh iya, omong-omong Pak Imron udah ngeliat kok, ya kan Pak !”

“Ooo rekaman itu yah, bagus loh bodynya Bu Diana, jadi pengen liat aslinya juga !” sahut Imron dari belakang Diana.

loading...
 Klik “→” untuk melanjutkan cerita

Summary
(Part 9) Bagai Serigala lapar, Imron dan Kawan² Bejatnya Menggarap Diana...
Article Name
(Part 9) Bagai Serigala lapar, Imron dan Kawan² Bejatnya Menggarap Diana...
Description
Kelakuan bejat Imron seakan tak ada habisnya. kali ini ia dan kawan-kawan bejatnya memperkosa Diana, dosen muda yg cantik dan baru saja menikah
Author
Publisher Name
Ceritahijaber.com
Publisher Logo