Sepasang kembar Selly dan Selvy (19 tahun) adalah satu bunga di fakultas arsitektur di Binus. Dari segi fisik keduanya sama cantiknya, mempunyai tubuh ideal dengan tinggi 165 cm, berat 49 kg, dan buah dada 34A, rambut keduanya sepundak dengan wajah imut, kalau jeli mereka bisa dibedakan dari tahi lalat kecil di leher sampingnya, kalau ada berarti itu Selvy, kalau tidak ya sebaliknya, selain itu bentuk wajah Selly juga sedikit lebih panjang dari kembarannya.

loading...

Kejadiannya bermula ketika masa UTS, saat itu si kembar mengikuti ujian terpisah karena jadwal ujian mereka yang kebetulan sama bentrok dengan salah satu ujian lainnya. Mereka harus datang pagi-pagi lebih awal sebelum ujian yang bersangkutan berlangsung dan mereka ditempatkan Bu Yeni dari bagian TU di sebuah kelas.

“Baiklah, ibu percaya kalian jujur kalau ibu tinggalkan, kalau sudah selesai nanti kalian ke TU dulu untuk isi daftar hadir, mengerti ?” tanya Bu Yeni setelah membagikan soal ujian dan lembar jawab.

Ketika itu Imron sedang lewat dekat kelas itu sehingga Bu Yeni memanggilnya dan menanyakan apakah sedang tidak ada kerjaan sehingga bisa membantu mengawasi. Imron mengiyakan karena memang dia lagi nganggur, malah merasa senang dia bisa mengawasi si kembar yang termasuk salah satu targetnya.

Imron bersandar di pinggir pintu mengawasi kedua gadis itu, dia juga mengamat-amati tubuh keduanya dengan kagum, matanya menatap kagum ke betis keduanya yang tertutup rok hitam selutut dan atasnya memakai kemeja putih lengan pendek, pakaian yang biasa dipakai dimasa-masa ujian. Imron memang sudah lama ingin menikmati tubuh si kembar itu, tapi belum ada kesempatan yang baik sampai saat itu terlintas sebuah akal bulus di benaknya.

Setengah jam kemudian Imron berkata pada mereka:

“Aduh, Bapak kebelet nih mau ke belakang sebentar aja, disini sepi banget lagi ga ada yang bisa gantiin, Non berdua harus jujur yah, kalian bisa pegang kepercayaan kan ?”

Keduanya hanya mengangguk dan Imron pun buru-buru keluar meninggalkan si kembar di ruang itu.

“Ci, ci…susah banget, bisa ngga ?” panggil Selvy dari belakang dengan setengah berbisik.

Selly menggeleng dengan wajah bingung karena memang mata kuliah itu termasuk rumit dan ditakuti.

“Nomer tiga lu udah belum. Liat dong dikit, gua lupa rumus nih !” Selly balik bertanya.

Setelah tengok kiri-kanan dan merasa aman Selvy buru-buru menyerahkan lembar jawabnya pada kembarannya itu dan menyuruhnya bergerak-cepat. Dengan hati berdebar-debar dan terburu-buru Selly menyalin bagian-bagian penting dari jawaban yang diberikan saudaranya. Namun tepat ketika dia hendak mengembalikan lembar jawab pada Selvy, keduanya dikejutkan oleh kehadiran Imron yang mendadak di ambang pintu.

“Astaghfirullah, Non…saya benar-benar nggak nyangka Non berdua bisa melakukan ini !” Imron pura-pura kaget.

Si kembar langsung terdiam, matanya memancarkan perasaan bersalah dengan wajah tertunduk lesu.

“Ma-maaf Pak, saya yang salah, saya…saya yang pertama minta contekan !” Selly mengaku salah sambil membela saudaranya.

“Tapi kenapa Non…siapa nih ?” Imron melihat nama di lembar jawaban Selvy “Non Selvy juga ngasih liat jawabannya, kan harusnya ga boleh ya kan !” Imron berkata pelan tapi tegas sehingga membuat wajah keduanya makin pucat.

“Maaf Non, demi tata tertib, saya terpaksa harus melaporkan Non berdua” sambungnya.

“Jangan…jangan Pak !” sergah keduanya bersamaan dengan wajah memelas, mata Selvy bahkan sudah lembab berkaca-kaca.

Mata kuliah itu termasuk penting dan termasuk prasyarat untuk mata kuliah berikutnya sehingga berat bagi mereka untuk tidak lulus apalagi dengan cara seperti itu.

“Wah-wah…ada masalah apa disini Pak Imron kok sepertinya serius nih !” tiba-tiba terdengar suara dari pintu.

“Ini nih, Pak saya juga bingung, cantik-cantik gini kok nyontek loh” kata Imron geleng-geleng kepala “Duh anak jaman sekarang emang susah yah !”

Selly menjelaskan permasalahannya dan mengaku salah, tapi dia tetap minta keringanan, setidaknya jangan sampai saudaranya ikut kena hukuman. Pak Dahlan, kepala jurusan arsitektur yang tak bermoral itu mengangguk-angguk mendengar penjelasan Selly.

“Hmmm…kalau begitu baiklah, kalian habis ini masih ada ujian lagi ?” tanya pria itu yang dijawab mereka dengan anggukan “Nah, sekarang kalian kerjakan saja dulu ujian ini, tapi nanti sebelum pulang temui saya di kantor saya untuk membicarakannya, ok ?”

loading...
 Klik “→” untuk melanjutkan cerita

Summary
(Part 8) Si Mahasiswi Kembar nan Cantik Terjerat Jebakan Perkosaan Imron!
Article Name
(Part 8) Si Mahasiswi Kembar nan Cantik Terjerat Jebakan Perkosaan Imron!
Description
Imron dan sekutu bejatnya menjebak, mempermalukan & memperkosa 2 mahasiswi kembar di kampus!
Author
Publisher Name
Cerita Hijaber
Publisher Logo