Universitas Bina Nusantara sedang dalam masa liburan akhir semester genap. Kebanyakan mahasiswa yang ngekost di daerah sekitar kampus kembali ke daerah asalnya. Saat itu adalah jam enam lebih di kolam renang milik kampus terletak di seberang gedung itu. Semakin waktu berjalan semakin sedikit orang yang berenang di sana hingga akhirnya hanya tersisa dua orang gadis yang adalah mahasiswi universitas itu. Mereka pun sepertinya sudah hendak pulang juga karena disana sudah tidak ada siapapun lagi selain mereka.

loading...

“Serem juga yah udah gelap gini di sini” kata Devi sambil melihat sekeliling yang telah sepi, melalui kubah kaca di atas terlihat langit sudah gelap dan lampu-lampu dipinggiran kolam mulai dinyalakan.

“Eh tunggu bentar dong !” Joane memegangi lengan temannya itu ketika hendak berdiri dan membereskan barangnya.

“Aaahh…tenang aja gua baru mau beresin barang dulu kok, lu selesaiin aja SMSnya sana !” kata Devi.

“Iya, iya gua udah beres kok Vi, gua cuma mau ngajak lu main game dikit kok” kata Joane lagi, “gini nih Vi, mumpung sekarang udah sepi gimana kalau kita adu nyali berenang ke seberang sana terus balik sini lagi, tapi ga pake apa-apa” senyum nakal mengembang di wajah cantiknya.

“Ai gila lu Jo, emang ini vila si Cindy apa ? kalau ada yang ngeliatin gimana” Devi agak kaget dengan tantangan temannya itu.

“Tenang gua jagain, pintu masuk orang luar kan cuma dari sana, ntar kalo ada yang masuk gua alihin dulu perhatiannya biar lu sempat make baju renanglu dulu”

“Ngga ah-ngga ah…kalau ada yang liat mau taro dimana nih muka !” kata Devi malu-malu.

“Yah lu, kok jadi kaya anak mami gitu, ga seru ah !” ujar Joane menyikut lengan Devi “Gini aja, kan gua yang kasih tantangan, jadi gua mulai dulu yah, ntar kalau lu ngga mau berarti lu penakut gimana ?” tantangnya.

Akhirnya Joane dengan cuek menurunkan baju renang one piecenya mulai dari bahu dipelorotinya hingga bugil.

“Jo…edan lu yah, nekad amat” kata Devi dengan wajah cemas dan celingak-celinguk memastikan tidak ada siapa-siapa.

“Nih, titip dulu yah !” Joane menyerahkan baju renangnya pada Devi.

‘Byur !’ Joane langsung menceburkan diri ke air setelah menitipkan pakaian renangnya. Suara kecipak air terdengar jelas sekali di ruang yang sudah sepi itu. Dia berenang dengan gaya bebas ke seberang sana dan kembali dengan gaya punggung, di tengah dia berganti menjadi gaya dada hingga akhirnya tiba ke tempat semula. Joane mengusap rambut basahnya ke belakang lalu naik ke tepi kolam. Penampilannya saat itu dengan tubuh mulus yang basah itu sungguh menggiurkan, setiap pria normal yang melihatnya akan menelan ludah dan ereksi.

“Oke deh, your turn now !” ujarnya santai seraya mengambil baju renangnya dan memakainya lagi “ayo dong Vi, lu kan dah sering pose seksi di depan kamera, masa yang ginian sebentar aja takut sih ?”

Merasa tertantang dan gengsi, Devi pun melepaskan pakaian renang backless yang memamerkan punggungnya itu hingga tubuhnya polos. Tubuh dengan tinggi/berat 165cm/46kg itu tidak kalah menawan dari Joane walaupun payudaranya lebih kecil sedikit (34A), namun perutnya yang rata dan pantat yang padat-sekal memperindah bentuk tubuhnya yang pernah menghiasi halaman sebuah majalah pria dewasa dalam balutan lingerie seksi.

Selain sebagai foto model, Devi juga pernah membintangi beberapa iklan produk kosmetik dan minuman ringan serta mendapat peran kecil dalam sebuah sinetron. Dengan usia yang masih muda (20 tahun) dan modal fisiknya, prospek untuk menapak jenjang karir yang lebih tinggi terbentang luas di depannya, namun karena masih kuliah semester tiga di fakultas ilmu administrasi dia masih harus membagi waktu dengan kegiatan kuliahnya yang sedang dalam masa-masa sibuk sehingga belum bisa berkonsentrasi penuh dalam modeling dan acting.

Meskipun namanya masih belum apa-apa dibandingkan model Catherine Wilson dan Davina Veronica, Devi menjadi salah satu selebritis di kampus, banyak mahasiswa dan dosen yang mengenal wajahnya melalui pose-posenya dan iklan yang pernah dibintanginya. Pria yang mencoba merebut hatinya pun tidak sedikit, tapi Devi terlalu pemilih dan agak materialistis, beberapa kali dia berpacaran dengan mahasiswa kaya tapi tidak ada yang bertahan lama, hingga kini dia belum menemukan pria yang cocok lagi.

“Jagain yang bener yah Jo, kalau ada orang masuk kasih tanda lho !” Devi sepertinya masih agak canggung bugil di tempat umum seperti ini.

“Iyah…tenang aja makannya lu cepetan nyebur supaya cepet beresnya dah gitu kita cabut” jawab Joane.

Devi melompat ke dalam air dan buru-buru memacu tubuhnya berenang ke seberang dengan gaya bebas. Begitu sampai dia melihat ke seberang dan sekeliling memastikan situasi masih aman.

“Ayo Vi, jia you…tinggal balik sini !” terdengar Joane berseru dari seberang sana memberinya semangat.

Rasa deg-degan Devi mulai berkurang karena yakin sebentar lagi akan selesai, dia menolakkan kakinya ke tembok kolam dan kembali memakai gaya bebas meluncur ke seberang. Akhirnya sampai juga dia ke garis finish yang ditentukan, namun betapa terkejutnya dia ketika timbul yang ditemukannya di pinggir kolam bukan lagi temannya, Joane melainkan dua orang pria dengan tampang mesum menyeringai melihat tubuh polosnya di air. Kontan Devi pun menjerit sambil menutupi dadanya, dalam kepanikannya dia memanggil-manggil nama Joane dan menyuruh pergi kedua pria itu yang justru semakin tertawa-tawa melihat tingkahnya.

loading...
 Klik “→” untuk melanjutkan cerita

Summary
(Part 10) Devi adalah Korban Kebejatan Imron selanjutnya...
Article Name
(Part 10) Devi adalah Korban Kebejatan Imron selanjutnya...
Description
Mahasiswi cantik dan model bernama Devi menjadi korban keganasan Imron. bersama teman-temannya, Imron memperkosa Devi di sekitar kolam renang kampus
Author
Publisher Name
Cerita Hijaber
Publisher Logo