loading...

“bagaimana aku harus mencintaimu Leyla? aku ingin kita hidup bersama dan bahagia, saling merasa dan saling memberikan kesenangan”. aku mengelus pundaknya, tanganku yg satu tetap menggenggam tangannya.

“Leyla, izinkan aku mengajakmu terbang di atas bukit ini”. dan bibirku melayang ke wajahnya, kucium pipinya pertama, namun dia sendiri yang mencari bibirku. Akhirnya kami berpagutan. Leyla menutup mata.

bibirnya yang kecil berisi lebih agresif dariku, namun kubiarkan, aku mengikuti saja, tanganku yang nakal kesana kemari, pakaiannya yang berlapis-lapis menggangguku, apagi dia mengenakan baju panjang jadi susah kuselipkan tanganku ke dalam. namun remasan ke dadanya dari luar saja membuatnya seperti gila, dia memegang tanganku yang sedang meremas payudaranya. dia meremas tanganku dengan keras.

Ciumannya makin gila, lihat kami ikut serta, dia tak membuka mata. tanganku meremas dadanya sambil menahan beban badan di punggungnya, kudorong dia dengan pelan hingga kami terbaring di atas karpet, kami tak bisa bergerak banyak karena dibatasi oleh kursi dan meja, namun begitu saja sudah sangat cukup.

Kutarik jilbabnya, lalu ciumanku turun ke lehernya yang putih jenjang. Ouhhh betapa indahnya. mulutnya menganga, bibirnya merah merekah smbil mendesah. tangannya meremas pantatku dan menekannya sehingga tubuhnya makin tertekan…

Oughhhhh,,, ahhhhhhhh.. terusinnnnn…. Leyla betul-betul menikmati, aku makin buas menjilati lehernya, sesekali kugigit pelan hingga dia menggelinjang. saat lidahku berjalan naik ke telingannya dia menahan dan mendorong kepalaku ke bawah… owwwhhhhh,, jilattttinnn terusshhhhh pantatnya bergoyang dan tangannya makin menekan pantatku.

dari atas, kuselipkan tanganku ke dalam bajunya, aku sempat bingung karena bajunya berlapis tiga, baju paling luar, di dalamnya ada baju kaos dan di dalamnya ada baju tidur yang tipis, tanpa bra. dan aku menemukannya. walaupun aku tak melihat payudaranya, aku bisa tau ukurannya 34b, tak pernah kukira dia punya payudara luar biasa seperti ini, tegang dan lembut. dari leher, bibirku mulain turun, saat aku kesulitan menjilati dadanya lebih kebawah, tangannya membantu dengan menarik V bajunya sengingga kancingnya lepas dan robek. Kugapai payudara yang satunya dengan beringas, tak sempat kunikmati dengan mata. Kukulum begitu saja, putingnya kupilin dengan bibirku, ujung putingnya kujilati di dalam mulut. Ouchhhhhhh……..

Akhhhhhhh………… Uhhhhhh Iyaaahhhh,,,, ouhh sayangggg… uuu dahhhh laaa mahhhhh,, AAAUUKKHHHHH…….. OOOOOushhhhhhh, dia berteriak sambil menekan pantatku sangat kuat, aku mebantunya dengan menekan selangkangannya, tangan Leyla naik ke kepalaku dan menariknya, dia menciumku dengan beringas, bibirku sakit digigitnya tapi aku pasrah saja, aku menikmatinya, ini permainan yang hot, sofa yang berat ini berseger sedikit, meja sudah jauh dari kami.

Oughhhhhhhhh,,, emmphhhhhh.. ouhhhhh… ia melenguh panjang, melepaskan seluruh nafasnya yg tertahan saat memeluk leherku dengan erat. Dia terlah terbang bersamaku, aku memeluknya sambil mencium lehernya. Kucium dengan penuh cinta, kuhafal baik-baik aroma rambut dan lehernya, entah masih adakah kesempatal lain terbang ke langin bersama Leyla.

Aku mulai lagi, mencium bibirnya, kami bertarung lagi. entah dia keenakan sehingga belum sadar apa yang kami lakukan, aku berusaha mencapai orgasme ku juga, kugesekkan kont*lku yang masih di sarangnya di selangkangan Leyla, kuhisap dengan beringas dadanya, dia menggeliat seperti cacing kepanasan, tangannya tiba-tiba sudah sampai di dalam celanaku, mengelus kont*lku, dia berusaha membuka celana jeans yang kukenakan.

Aku makin gila mengulum putingnya, kuremas pantatnya. Namun saat kancing jeansku terlepas, belum sempat dia menarik ke bawah, seorang anak datang dengan ucapan assalamu alaikum di depan pintu. Anaknya datang!

Kami segera bergegas, berantakan, rambut Leyla kesana-kemari, tidak mirip Leyla kelihatannya tetapi seorang bidadari cantik jelita yang seksi, penuh nafsu dan energik. Jilbabnya dikenakan seadanya, kami langsung kompak seperti membersihkan minuman yang tumpah. Untung saja, tanpa disadari minuman kami tumpah saat sedang bergelut tadi. Leyla bergegas membawa gelas ke dapur. Aku sendiri memperbaiki posisiku.

tak lama kemudian aku pulang ke rumah, tanpa pamitan kepada Leyla, dia tak keluar lagi menemuiku, jadi kukira aku memang harus pulang. Di jalan pulang, Penisku berdiri tegang mengingat adegan lain. Aku pulang ke rumah dan melampiaskannya di kamar mandi. Ohhhh Indahnya hari ini.

***

Percintaan yg sebentar dengan Leyla it uterus menghantui batinku. Kali ini aku harus mendapatkan wanita berjilbab itu dengan utuh. Tadi pagi aku SMS Leyla menanyakan kapan ingin bertemu. 10 menit kemudian datang SMS balasannya dan mengatakan nanti sore saja datang ke rumahnya, kebetulan suaminya akan bepergian ke luar kota.

Sore hari aku langsung menuju ke umahnya. Rupanya Leyla ada di dapur dan dari belakang aku mengikutinya secara pelan-pelan, saat teh lagi di putar di dalam gelas langsung aku memeluknya dari belakang.

“Erwin… apa-apaan neh…” sentak Leyla.

“Maaf, ini karena Leyla sangatlah cantik dan seksi..” ujarku.

“Jangan Erwin… aku dah punya suami..” tapi tetap Leyla tidak melepaskan pegangan tanganku yang mampir di pinggangnya dan dadanya…

“Erwin… jangaann..” langsung aku menciumi dari belakang menyingkap jilbabnya.

“Ssluurrp… oh.. betapa putihnya lehermu mbak” ujarku dalam hati.

loading...
 Klik “→” untuk melanjutkan cerita

Summary
Leyla Tetanggaku yg Berjilbab & Alim Memintaku Lembur tiap malam dengannya...
Article Name
Leyla Tetanggaku yg Berjilbab & Alim Memintaku Lembur tiap malam dengannya...
Description
bercinta dengan istri tetangga berhijab namun seksi sungguh sebuah pengalaman yg tidak akan terlupakan! semoga agan juga kelak bisa merasakannya! baca disini ya...
Author
Publisher Name
Ceritahijaber.com