loading...

“Tidak ada masalah, umur bukan halangan, win. trus kamu tidak suka lagi pada pacarmu yang sekarang? kenapa?”.

Dia mulai bersemangat, mungkin dia memang butuh teman cerita.”Aku suka sama pacarku, cuma rasanya aku tergoda dengan perempuan yang satu ini, mba”.”hehehe, kamu laki-laki yang gampang tergoda ya? wah bahaya itu”.”

Ahhh, mba Leyla ngawur. mungkin aku lebih suka perempuan yang lebih dewasa, pacarku kan terlalu manja”.”

Hehehe, gak apa-apa sih, selama itu memang pilihan terbaik kamu, cuma kamu bisa nyakitin perasaan pacar kamu, jadi kamu jangan egois dong, kamu punya tanggung jawab terhadap perasaan dia”. dia tersenyum lembut. ahhh damai melihat dirinya seperti ini.

aku sangat tergoda padanya, beberapa kali aku terus bertamu di rumahnya, dia tidak heran, memang betul dia suka ada temen ngobrol di rumah, soalnya dia jarang keluar rumah, kecuali memang mendesak. hari ini saat aku datang padanya, aku meminta saran bagaimana mengatakan bahwa aku suka pada perempuan yang umurnya lebih tua itu.

“yaa, mungkin kamu katakan saja, dengan suasana romantis atau sesuai kreativitasmu deh, hehehe”. dia mulai terlihat bebas tertawa lebih riang di depanku, mungkin karena sudah terbiasa ngobrol. sesekali dia meninggalkanku karena harus memperhatikan suaminya.

“Masalahnya mba, saya ngerasa malu ungkapin perasaan saya ke perempuan yang lebih tua”
“kenapa harus malu? kamu kan laki-laki, tunjukin keberanian kamu dong, biar dia tau kamu bertanggung jawab”. Katanya.
“Iya, cuma tidak biasa saja, orang-orang kan nembaknya cewek yang lebih muda, jadi lebih gampang. Kayaknya perempuan dewasa memang susah diraih”.
“Iya dong, kamu perlu dewasa juga”.
“menurut mba gimana?”.
“Kamu cukup dewasa sih, kamu enak diajak ngobrol, nyambung dan cerdas, cuma perlu keberanian aaj, apalagi wajahmu ganteng loh”.

Ahhhh aku suka skali kata-katanya ini, Leyla seperti cewek muda yang genit, masih masa nakal-nakalnya dulu. Aku mulai mendapatkan jalan yang bagus neh.

“Ah, mba Leyla bisa aja. nah kalau misalnya gini, mba Leyla di posisi cewek yang disuka sama cowok yang lebih muda, sikap mba Leyla gimana coba?”.
“Hehehe, kok jadi mba sih. masa begitunya udah lewat”.
“Iya, tapi kan bisa dibayangkan. mba Leyla sukanya cowok yang kayak gimana?”.
“emmm kayak gimana yah? …. dia harus bertanggung jawab, berani dan menghargai orang lain termasuk pasangannya”.
“maksudku secara fisik gimana? trus kalau ditembak, kira-kira pengennya kayak gimana?”.
“Yaaa kalau fisik sih yaa kalau boleh yang ganteng, tapi gak juga gpp, yang jelas sikapnya baik… trus kalau nembaknya yaaa yang romantis… hehehe”,

sisi lain dari mba Leyla mulai kelihatan, dia lebih manis dan kesan kedewasaannya tidak nampak, dia seperti mahasiswi² di kampusku, nakal dan centil. dia mulai merasa bebas ngomong mungkin.

“Yaaa yang romantis itu bagaimana mba Leyla? apakah dia datang ke mba Leyla, duduk di samping kayak gini (aku mempraktekkannya, duduk di sampingnya, Leyla cuma tersenyum dan merespon ramah, kamu seperti anak umur belasan saja). trus dia bilang cinta ke mba?”.

“Yaaa itu boleh juga, cuma kurang romantis”.

“Trus baiknya gimana dong”. Aku coba memaksanya.

dia mulai menceritakan imajinasi romantisnya.

Yaaa awalnya kita jalan-jalan ke suatu tempat yang memang romantis, di daerh bukit misalnya, trus kita duduk berdua di bukit itu smbil ngobrol yang lucu-lucu.

“sambil cubit-cubitan atau melempar rumput ke wajah”, kataku.

“Iyaa, pokoknya senang, sampai kita diam trus melihat pemandangan”.

“Leyla kamu lihat pemandangannya indah, mirip seperti dirimu”. kataku, tubuhku mulai kudekatkan padanya, tapi dia agak risih. “pacarannya blum bisa sentuh-sentuh dong, hehehe”. Katanya padaku saat kusentuhkan tubuhku padanya. dia makin manis, aku mulai bisa mengangap dia seumuran denganku.

“trus si cowok bercerita tentang hal-hal yang indah, tentang masa depan, dan pelan-pelan muji aku, hehehe”.

“Iyaa, wajahmu indah Leyla, mataku segar melihatnya, aku senang kamu bisa riang seperti ini”. kataku, aku makin percaya diri>

“hehe, trus?”.

aku kebingungan dia bilang begitu “Andai kita bisa bersatu, aku sangat bersyukur, aku bisa mengorbankan diriku untuk kebahagiaanmu”. aku beralih ke depannya, berlutut dan memegang tangannya, dia kaget atas sikapku.

“maafkan aku jika membuat kamu merasa lain, biarkan ruangan ini menjadi saksi, duduklah di sampingku”, kutarik tangannya dengan lembut dan kudukkan di laintai berkarpet tebal, kami duduk bersampingan diantara sofa dan meja sekarang. kugenggam tangannya erat-erat. dia mengikuti begitu saja, pasrah. raut wajahnya seperti kebingungan harus berbuat apa. tak kuberi dia kesempatan untuk berfikir jernih.

loading...
 Klik “→” untuk melanjutkan cerita

Summary
Leyla Tetanggaku yg Berjilbab & Alim Memintaku Lembur tiap malam dengannya...
Article Name
Leyla Tetanggaku yg Berjilbab & Alim Memintaku Lembur tiap malam dengannya...
Description
bercinta dengan istri tetangga berhijab namun seksi sungguh sebuah pengalaman yg tidak akan terlupakan! semoga agan juga kelak bisa merasakannya! baca disini ya...
Author
Publisher Name
Ceritahijaber.com