loading...

***

aku mengambil inisiatif lain. aku aktifkan kembali kartu sim ku yang asli dan keluar dari rumah.

kuketuk pintu rumah Leyla, tak ada sahutan. aku bersabar dan tetap berusaha mengetuk pintu dan memberi salam. akhirnya dia datang membukakan pintu dan menyapaku. dia tetap biasa saja, berpenampilan sebagaimana mestinya, jilbabnya tidak lepas dan memakai baju terusan yang halus, tonjolan dadanya sedikit saja yang membusung, mungkin dia melapis bajunya. tadi dia mengenakan pakaian seksi dan mendobel pakaiannya dengan long dres ini agar lebih cepat menyambutku.

aku dipersilahkan masuk, aku menyampaikan maksudku bahwa di rumah aku sedang suntuk, bingung mau ngapain dan datang kesini untuk ngobrol. kutanya apakah dia sLeylak atau tidak, ternyata sudah tidak, pekerjaan rumahnya telah selesai.

mungkin saat aku menerornya tadi, dia sambil mengerjakan tugasnya sebagai Leyla rumah tangga. aku bercerita banyak tentangnya, tentang pacarku, kuminta penilaiannya padanya dan berbagai obrolan lain.

“asal kalian sama-sama suka dan saling menyayangi. jika sudah saling sayang, hubungan kalian pasti kuat. godaan apapun yang akan datang, kalian pasti akan bisa melewatinya”, Leyla memberikan saran padaku.

aku memintanya menceritakan pengelamannya juga, yaaa sebagai bahan cerita kataku, padahal cuma alasan doang agar aku bisa tau cerita-cerita pribadi dia. aku memintanya untuk menceritakan hubungannya dengan suaminya.

dia mungkin agak curiga kenapa aku ngotot banyak bertanya tentang suaminya, namun aku cepat-cepat menukar giliran, aku kembali yang bercerita dan setelah itu, kutanyakan padanya, kenapa dia jarang keluar rumah lagi bersama suaminya? apakah ada masalah?, tanyaku.

dia menceritakan tentang cedera yang dialami suaminya, saat ini suaminya bisa dikatakan lumpuh, tak banyak yang bisa dikerjakannya selain di kamar. mungkin sekali-kali saja dia keluar kamar dan berkeliling di dalam rumah. dia terus bercerita bahwa dia menyayangi suaminya, walaupun dia tak bisa meminta banyak dari suaminya dia tetap melayaninya dengan baik. Kubayangkan lagi kejadian malam-malam ketika Leyla bergelut dengan dirinya sendiri, saat dia butuh kekuatan seorang lelaki untuk “mengerjainya” hingga puas.

aku mulai merasa malu mendengar ceritanya, dia sangat sayang pada suaminya, dia sangat setia padanya, walaupun kebutuhan seksnya tinggi, dia tetap merawat suaminya dengan baik. mungkin inilah alasan kenapa dia jarang keluar rumah, mungkin dia takut tergoda oleh pesona lelaki yang akan membuyarkan cintanya pada sang suami tercinta. Aku? aku mungkin bisa diterima karena aku dianggap lebih muda olehnya, mungkin dia menganggapku sebagai seorang adik saja.

akhirnya aku mohon pamit, niatku melihat kondisinya saat dia menerima sms teror dariku tidak lagi kuperhatikan, dia memang seperti tidak mendapatkan ancaman, wajahnya tetap tenang, dan auranya tetap juga sayu. dia manis sekali.

***

beberapa hari berlalu, aku tidak menerornya lagi, aku masih kasihan padanya yang terus menjaga kesuciannya dan cintanya pada suaminya.

namun, setelah 2 minggu berlalu, tak sengaja lagi aku dapati dia begadang, tidak seperti biasanya, malam ini lebih larut. jam 3 subuh. malam itu tak ada celah untuk mengintipnya, dan memang dia merubah posisi ruangan. aku hanya bisa mendengan desahan halusnya, suaranya kecil sekali, namun jika diperhatikan terdengar juga lenguhannya. Ouhhhhhh, ahhhhh tuhannnnn, ouhhhhh !!!

aku tepat pada waktunya, dia sedang tinggi-tingginya.

Akhhhhh !!!, dia agak sedikit berteriak, mungkin memang berteriak tapi aku yg mendengarnya samar. Akhhhhhh AKHHHHH… uhhhhh…. suaranya mulai agak keras. Ouhhhh iyaaaahhhh, hemmmppphhhhh.

aku cepat-cepat pulang ke rumah. kuaktifkan kartu sim terorisku dan segera melancarkan aksiku. kuaktifkan handycam dan memutar balik aksinya yang berhasil kurekam dl. aku mengelus buru*gku sendiri sambil mengetik sms.

aku : kamu butuh bantuan malam ini?
Leyla tak menjawab. tak ada jawaban. aku tersiksa sekali menunggu smsnya.

keesokan paginya, dia baru membalas sms ku : KURANG AJAR!!!

mungkin dia langsung tertidur pulas setelah masturbasinya yang tertangkap olehku.

aku : semalam kamu banjir berapa kali? sepertinya nikmat sekali yah?
Leyla : kalau kamu memang laki-laki, tolong temui saya di XXX.. dia menyebutkan nama sebuah tempat dimana kami harus bertemu. tapi aku tidak datang. aku masih ragu bagaimana harus bertemu dengannya.

***

loading...
 Klik “→” untuk melanjutkan cerita

Summary
Leyla Tetanggaku yg Berjilbab & Alim Memintaku Lembur tiap malam dengannya...
Article Name
Leyla Tetanggaku yg Berjilbab & Alim Memintaku Lembur tiap malam dengannya...
Description
bercinta dengan istri tetangga berhijab namun seksi sungguh sebuah pengalaman yg tidak akan terlupakan! semoga agan juga kelak bisa merasakannya! baca disini ya...
Author
Publisher Name
Ceritahijaber.com