loading...

Baru kali ini kusadari, ternyata Leyla terbiasa mendobel pakaiannya, misalnya saat dia mengenakan daster atau gamis dengan paduan rok, dia pasti mengenakan celana kain di bagian dalam, sehingga jika roknya tersibak, betisnya tak kelihatan. Mungkin aku baru menyadari ini karena pikiran ngeresss yang belakangan ini rajin datang saat bertemu dengan Leyla.

“Simpan disitu aja, Win!”. Leyla merunduk di depanku, dia menaruh kantong plastik yang ia tenteng di lantai. Sesaat kuperhatikan pantatnya yang membusung kepadaku, mungkin Leyla sadar kalau aku memperhatikannya sehingga dia cepat-cepat berdiri dan menghindar.

Baca juga: Kisah Jilbaber yg Kesepian! (klik di gambar)

“Taruh aja di situ, Win!”. Dia menyuruhku lagi.”Ohh iya, mba”. Aku bergegas menaruhnya. “Bisa saja aku mendekapnya saat ini dan memperkosanya di dapur dengan sangat tenang”. Bisikku dalam hati, tapi aku bergegas pergi dan tidak menghiraukan pikiranku, aku tetap harus menghormatinya sebagai wanita suci, lagi pula aku tak berniat merusak kecantikannya. tapi aku tetap ingin menikmati tubuhnya, menghujaninya dengan air maniku. Ahhhh

*****

Malam ini, aku pulang terlalu larut, Tim dan teman-teman yang lain menahanku sehingga aku harus pulang lebih larut dari biasanya. Aku bergegas mendekati rumah Leyla. Dia ternyata belum tidur dan sedang menghabiskan malam di depan televisi seperti biasa. Penampilannya sudah acak-acakan, mungkin dia akan selesain, akhirnya cepat-cepat kukeliarkan handycam dan merekamnya.

Dia berbaring di atas sufa berbulunya, tidur telentang, dengan kaki terbuka. Malam ini dia masih mengenakan jilbabnya yang berwarna orange tua walaupun sudah tak rapi, dia mengenakan baju gamis dengan motif teratai kecil dengan warna dasar putih, roknya tersibak ke atas sementara tangannya memijat memeknya, dia telah mengejang beberapa kali, aku berhasil merekamnya hingga dia mengeluh dengan luar biasanya, dia hampir terjatuh dari sofa karena tidak bisa mengontrol dirinya yang sedang diserbu rasa nikmat surgawi. Setelah erangannya selesai, aku tetap mengintipnya lebih lama, Namun aku tak merekamnya lagi karena dia telah menurunkan roknya yang lebar sehingga dia tak tampil seperti telah bermasturbasi.

Aku memperhatikan dirinya, dia telah tertidur pulas, televisinya tetap menyala namun tak ada lagi permainan di dalam sana, mungkin filemnya telah usai. “Leyla mungkin pulang kemalaman dalam suatu acara di akhir pekan sehingga dia masih berpakaian rapi seperti itu, atau mungkin dia menerima tamu yang pulang kemalaman, dan dia kecapean sehingga merasa tak usah mengganti pakaian. namun pemandangan semalam sangat seksi melihat dia bermasturbasi dengan pakaian muslimah seperti itu.

Aku pulang, setibanya di rumah, aku langsung menonton videonya dan beronani, aku tak sabar melampiaskan nafsuku dengan melihat dirinya mencapai puncak kenikmatan. Aku merasakan onani yang sangat nikmat, melihat dirinya sambil berfantasi bercinta dengannya yang masih mengenakan busana muslimah seperti itu.

Aku tak bisa tidur, pikiranku kasak kusuk hingga pikiran jahat mampir di kepalaku, “Ancam dia kalau kau akan menyebarkan videonya, kalau tidak dia harus memuaskanmu”. Godaan dalam hatiku semakin kuat. Tapi aku tetap berusaha untuk tidur.

Keesokan paginya, aku cepat-cepat keluar, membeli kartu sim baru untuk meneror Leyla. Aku tak tahan lagi, ide semalam mungkin ampun untuk memuaskan diriku, dia tidak akan berani melawan lagi, dan tidak akan mau videonya kusebarkan, sehingga orang-orang akan tahu kelakuannya, dia pasti akan malu sebagai wanita yang alim dan ketua pengajian Leyla-Leyla. Dia pasti akan menuruti kemauanku.

aku : aku melihat apa yg sering kamu lakukan di malam hari.
Leyla : maksud kamu apa? ini siapa?
aku : tak usah mencoba menyangkal, aku punya rekaman. kamu seksi sekali sayang!

Leyla tidak membalas sms terakhirku, dia malah langsung menelfon, aku kebingungan menjawabnya karena bisa saja dia kenal dengan suaraku dan kedokku ketahuan. Akhirnya aku membiarkan telfonnya berlalu, dadaku berdebar-debar, tak kukira dia akan menelfon.

berkali-kali dia menelfon tapi di selingin dengan sms, dia mencoba memohon padaku agar menjelaskan apa maksud smsku. tapi tak kubalas lagi.

sehari telah berlalu sejak aku mulai menerornya, beberapa kali dia masih mencoba menghubungiku tapi aku tidak meresponnya sama sekali, dia mengirimkan sms, tidak aku balas karena aku bingung mau membalas apa. hari ini, aku mulai sms dia lagi. dengan strategi baru

aku : tak usah khawatir, aku akan tetap menjaga rahasia ini, tenang saja
Leyla : hei, saya mohon maaf, maksud kamu apa? saya tidak mengerti.
aku : sudah kubilang, aku punya rekamanmu. di gambar itu kamu kelihatn menggairahkan sekali, berbeda dengan sosok wanita muslim yang selama ini kukenal.

ops, aku tidak sadar menuliskan sms begitu. kusumpahi diriku, bisa saja dia menerka-nerka dan mencurigaiku, karena aku sering bertemu dengan Leyla.

Leyla : bagaimana kalau kita ketemu saja? tolong jawab telfon saya, saya mau bicara sama km!
aku : kamu mau bertemu? boleh saja, saya akan membantumu mencapai surga dunia, nonton film biru berdua itu lebih enak.
Leyla : KURANG AJAR KAMU.
aku : terserah kamu, tapi kamu sendiri pasti sudah lama tidak menikmati tubuh lelaki

loading...
 Klik “→” untuk melanjutkan cerita

Summary
Leyla Tetanggaku yg Berjilbab & Alim Memintaku Lembur tiap malam dengannya...
Article Name
Leyla Tetanggaku yg Berjilbab & Alim Memintaku Lembur tiap malam dengannya...
Description
bercinta dengan istri tetangga berhijab namun seksi sungguh sebuah pengalaman yg tidak akan terlupakan! semoga agan juga kelak bisa merasakannya! baca disini ya...
Author
Publisher Name
Ceritahijaber.com