loading...

Aku merasakan sepasang buah dada Teh Euis yang telanjang itu kian kencang mengeras ketika aku menciuminya dan menjilatinya, bahkan ketika aku mengulum puting susu yang kecoklatan itu aku sempat terkejut oleh rintihan dari mulut Teh Euis. Aku menatap wajah Teh Euis yang masih terbalut jilbab putihnya itu, namun aku lihat wajahnya masih lelap dalam tidurnya hanya bibirnya memang mulai mendesah dan mengerang.

“Oohhh.. Teh Euis mulai terangsang…” desisku melihat keadaan wanita berjilbab ini.

Desahan yang keluar dari bibir Teh Euis membuatku nafsu birahiku kian liar. Mulutku kian liar menciumi dan menjilati payudara telanjang di dada wanita berjilbab ini. Puting susu yang kecoklatan itu aku kulum dan aku hisap dengan bibir dan mulutku, membuat desahan Teh Euis kian sering terdengar. Birahiku semakin terasa menggelegak jalang mendengar rintihan dan desahan wanita berjilbab ini. Sempat terbayang beberapa hari lalu, Teh Euis terlihat begitu anggun dengan jubah dan jilbab lebarnya. Waktu itu aku hanya menelan ludah melihat tonjolan montok di dada yang tertutup jilbab lebar itu. Namun saat ini, payudara wanita berjilbab itu dapat aku nikmati sepuas birahiku.

Cukup lama aku memuaskan nafsuku pada kedua payudara montok Teh Euis yang telanjang tanpa penutup itu. Aku melihat Teh Euis semakin jalang mendesah dan merintih dalam tidurnya tiap kali aku menghisap dan menjilati dan menciumi kedua buah dadanya yang montok mengiurkan itu. Gila..baru pertama kali ini aku melihat seorang wanita berjilbab merintih begitu jalang dan liar, oleh birahi yang mencengkeramnya.

Setelah aku puas dengan payudara Teh Euis, mataku beralih menatap bagian bawah tubuh ibu muda berjilbab ini. Aku melihat walaupun beberapa kali, Teh Euis menggeliat dan mengejang menahan rangsangan birahi dariku, namun ujung jubah yang dikenakan Teh Euis tidak sampai tersingkap, bagian bawah Teh Euis masih rapi tertutup oleh jubah panjang yang dipakainya sehingga hanya terlihat kakinya yang terbungkus kaus kaki warna krem.

Sesaat terbayang dalam benakku, rasa penasaranku selama ini yang membuatku ingin menyingkap jubah yang dipakai Teh Euis. Perlahan kemudian aku mendekati kaki Teh Euis yang masih tertutup jubah yang dipakainya. Dengan sedikit gemetar, tanganku terulur menyingkap jubah biru kembang yang dipakai Teh Euis dengan. Jantungku berdegup kencang ketika jubah itu mulai aku singkap ke atas, mataku mulai melihat sepasang betis Teh Euis yang indah bentuknya. Sepasang betis yang indah ini masih terbungkus kaus kaki warna krem yang agak tipis.

loading...
 Klik “→” untuk melanjutkan cerita

Summary
Memperdaya Wanita Cantik Berjilbab Panjang Istri Orang
Article Name
Memperdaya Wanita Cantik Berjilbab Panjang Istri Orang
Description
Memperdaya Wanita Cantik Berjilbab - bagaimana cara membuat wanita tidak berdaya dan menyerahkan apa saja yg anda mau? baca artikel seru ini!
Author
Publisher Name
Cerita Hijaber