loading...

“Silakan diminum Teh.. aku pergi beli kabel sebentar..” kataku dengan dada berdebar-debar.

Teh Euis tersenyum sambil mengucapkan terima kasih, namun dia terlihat agak gugup ketika tahu mataku tengah memperhatikan betisnya yang tersingkap nyaris separuh itu.

“Terima kasih dik.. ngerepotin aja” kata Teh Euis sembari membenahi ujung jubahnya yang tertarik ke atas dengan sedikit tergesa, sehingga betis itu kembali tertutup.

Aku tersenyum penuh arti ketika tangan Teh Euis membenahi ujung jubahnya dengan sedikit gugup dan wajah yang bersemu merah.

Beberapa saat kemudian Honda GL ku meluncur meninggalkan tempat kostku. Tak sampai 15 menit kemudian aku pun kembali. Jantungku berdegup kencang ketika aku memarkirkan sepeda motorku di teras, lantas aku membuka pintu dengan tergesa-gesa.

Aku nyaris terlonjak dengan jantung berdegup kian kencang ketika mataku menatap ke ruang tamu kostku yang hanya berlapis karpet biru itu. Mataku terbelalak melihat Teh Euis ternyata telah tergeletak pulas di atas karpet ruang tamu.

“Hahaha.. ternyata bahan kimia itu bekerja baik” kataku sambil mendekati tubuh Teh Euis yang tergeletak pulas, sementara gelas minuman yang kuberikan untuknya terlihat kosong, tanpa setitik air di dalamnya.

Aku tersenyum penuh nafsu, memandang wanita berjilbab tetanggaku yang terlihat pulas terlentang di atas karpet ruang tamu kostku. Dengan jantung berdegup kian kencang aku menghampiri Teh Euis, lantas berlutut di sampingnya. Mataku lekat menatap wajah Teh Euis yang mirip artis Marissa Haque ini. Wajah cantik berbalut jilbab putih lebar itu kian terlihat cantik saat pulas tertidur membuatku kian bernafsu.

Kemudian mataku menatap dadanya yang naik turun dengan teratur seiring nafasnya. Sepasang buah dada montok yang tertutup jilbab putih lebar itu membuatku menelan ludah, sehingga sesaat kemudian tanganku terulur menjamahnya. Aku merasa bermimpi ketika tanganku dengan sedikit gemetar meraba-raba bukit montok di dada Teh Euis yang masih tertutup jilbab lebar itu.

“Ohh.. montoknya” desisku dengan nafas mulai tersengal, lantas sedetik kemudian tanganku mulai meremas buah dada Teh Euis yang masih tertutup jilbab putih yang lebar itu.

Aku nyaris tak percaya kalau siang ini aku dapat meremas dada montok wanita berjilbab tetanggaku yang terlihat alim itu

“Ohh.. Teh Euis…….!!” desahku ketika kemudian tanganku meremas-remas sepasang payudara kenyal di dada ibu muda beranak dua ini.

loading...
 Klik “→” untuk melanjutkan cerita

Summary
Memperdaya Wanita Cantik Berjilbab Panjang Istri Orang
Article Name
Memperdaya Wanita Cantik Berjilbab Panjang Istri Orang
Description
Memperdaya Wanita Cantik Berjilbab - bagaimana cara membuat wanita tidak berdaya dan menyerahkan apa saja yg anda mau? baca artikel seru ini!
Author
Publisher Name
Cerita Hijaber