loading...

Setiap kali aku ketemu Teh Euis dalam jilbab lebar dan jubah panjangnya, mataku lekat menatap sekujur tubuhnya sementara benakku membayangkan tubuh di balik pakaian yang menutup rapat tubuhnya itu. Beberapa kali aku menelan ludah melihat cetakan garis BH dan sekan-akan kulihat belahan buah dada yang montok itu di dada yang tertutup jilbab lebar itu.

Akupun sekarang senang mengamati Teh Euis ketika dia menyapu halaman rumahnya saat sore hari. Melalui sela-sela jendela kamar kostku, aku melihat Teh Euis tengah membungkuk menyapu. Pinggulnya yang terbungkus jubah pakaiannya nampak menggiurkan.

Aku berulangkali menelan ludah ketikat melihat celana dalam yang dipakai Teh Euis tercetak jelas pada jubahnya saat dia membungkuk untuk menyapu. Belahan pantatnya pun samar terlihat membuatku jakunku naik turun menahan getaran birahi. Rasa-rasanya aku ingin menyingkap jubah yang dipakai Teh Euis ke atas, sehingga aku dapat melihat pantatnya yang montok itu. Namun aku hanya mampu membayangkan saja yang kemudian diakhiri dengan onani.

Hampir seminggu sejak aku pertama kali aku mengintip Teh Euis yang membuatku akhirnya menyimpan birahi kepada wanita berjilbab tetanggaku itu. Rasa penasaranku bercampur birahi untuk melihat tubuh Teh Euis di balik pakaiannya yang rapat kian menggebu. Aku selalu mencari celah untuk mengintipnya seperti seminggu lalu, namun ternyata tak ada sebuah lubang apapun di rumahnya untukku dapat mengintipnya dalam keadaan tak berjilbab dan berjubah itu.

Ternyata aku hanya punya kesempatan mengintip sekali itu, karena jendela itu selesai diperbaiki sehari setelah aku mengintip melalui lubang-lubang pada jendela yang rusak itu dan aku tak melihat ada celah untuk mengintip Teh Euis lagi. Sampai siang itu. Faiz, anak pertama Teh Euis yang sering bermain ke tempat kostku, tertidur di kamar kostku setelah dia lelah bermain.

Aku biarkan bocah laki-laki yang baru berusia 4 tahun ini lelap dalam tidurnya, sementara aku mengutak-atik komputer yang kebetulan rusak di kamarku. Setelah mengutak atik komputerku beberapa saat, aku harus membeli beberapa kabel baru. Ketika aku melangkah ke arah pintu berniat membeli kabel-kabel itu, aku mendengar ketukan dan suara salam seorang wanita di pintu. Akupun membuka pintu seraya menjawab salam, dan aku tertegun ketika ternyata Teh Euis yang ada di depan pintu kostku dengan wajah pucat dan terlihat lelah.

Siang ini dia mengenakan jilbab putih lebar dengan jubah biru bermotif bunga serta kaus kaki krem yang membungkus kedua kakinya.

“Maaf dik.. lihat Faiz anak saya, nggak? Saya sudah kemana-mana mencarinya namun nggak ada.” tanya Teh Euis terdengar cemas.

Aku tersenyum mendengar kecemasannya

loading...
 Klik “→” untuk melanjutkan cerita

Summary
Memperdaya Wanita Cantik Berjilbab Panjang Istri Orang
Article Name
Memperdaya Wanita Cantik Berjilbab Panjang Istri Orang
Description
Memperdaya Wanita Cantik Berjilbab - bagaimana cara membuat wanita tidak berdaya dan menyerahkan apa saja yg anda mau? baca artikel seru ini!
Author
Publisher Name
Cerita Hijaber